Regional
Trending

Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional, Pemkot Samarinda Perkuat Pengendalian Inflasi

POPNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memantapkan langkah pengendalian inflasi menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mulai dari Imlek, Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.



Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ballroom Arutala Bapperida Kota Samarinda, Rabu (11/2/2026).

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, membuka langsung rapat strategis tersebut.

Ia menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, pimpinan Bulog Samarinda, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat dan lurah, Tim Wali Kota Akselerasi Pembangunan (TWAP), serta berbagai pemangku kepentingan.

Saefuddin menyampaikan bahwa inflasi year-on-year Samarinda pada Januari 2026 mencapai 4,33 persen.

Ia meminta seluruh jajaran mewaspadai potensi kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang HBKN.

“Kita harus mengantisipasi tekanan harga sejak dini. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya lonjakan permintaan yang memicu kenaikan harga,” tegasnya.

Fokus pada Komoditas Strategis

Dalam HLM tersebut, TPID memetakan risiko inflasi dengan menyoroti sejumlah komoditas strategis.

Pemkot memberi perhatian khusus pada beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, bawang, hingga ikan layang yang produksinya terdampak cuaca tidak menentu.

Saefuddin menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial.

Ia meminta seluruh instansi bergerak dalam satu komitmen untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Semua harus bergerak dalam satu irama dan satu tujuan untuk melindungi daya beli masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Samarinda juga memperkuat koordinasi dengan Bulog, distributor, serta daerah sentra produksi guna menjaga kelancaran pasokan.

Pemerintah mendorong distribusi berjalan lancar dan menghindari penumpukan atau kelangkaan barang di pasar.

Operasi Pasar dan Pemantauan Harga Real Time

Selain menjaga pasokan, Pemkot mengintensifkan operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah agar berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

Langkah ini diharapkan mampu menekan gejolak harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pemkot juga mengoptimalkan pemantauan harga secara real time.

Melalui sistem pemantauan tersebut, pemerintah dapat merespons cepat setiap potensi lonjakan harga di lapangan.

Saefuddin berharap HLM TPID menghasilkan langkah konkret dan terukur agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang.

“Samarinda harus menjadi contoh kota dengan inflasi rendah, ekonomi yang inklusif, dan kehidupan masyarakat yang harmonis,” pungkasnya. (*)

Show More
Back to top button